Teori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam

Teori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam

Wikikomponen.comTeori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam. Hingga saat ini, tidak banyak makalah, laporan maupun informasi tentang elektro plating. Elektroplating dilakukan dengan cara mengalirkan arus listrik searah melalui larutan media melalui kutub logam konduktif anoda dan katoda yang terhubung pada kutub positif dan negatif sumber arus searah ( Direct Current ). Logam yang dihubungkan ke kutub positif disebut anoda sedangkan yang dihubungkan ke kutub negatif dinamakan katoda.

Dengan cara mengalirkan arus pada elektrolit, maka kutub positif logam mengeluarkan ion kation yang bergerak dalam larutan menuju katoda. Sedangkan kutub negatif mengeluarkan ion yang bergerak menuju arah anoda yang disebut Anion. Larutannya sendiri yang kita sebut dengan elektrolit atau larutan elektrolit.

Teori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam

Teori Elektroplating ( Hukum Ohm )

Hukum Ohm menunjukan korelasi antara perbedaan potensial listrik ( voltase ) dalam elektrolit dan besaran arus ( Amper ) yang mengalir dengan hambatan yang terjadi dalam larutan.

Ads Metta3

Sedangkan besarnya listrik yang mengalir dinyatakan dengan Coloumb yang berbadning lurus dengan arus listrik dan waktu.

Salah satu teori yang menunjukan korelasi antara ilmu listrik dan aplikasi dalam kimia yang  sangat dikenal dinamakan Hukum Faraday. Teori tersebut ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Michael Faraday pada tahun 1833.Kedua hukum Faraday itu adalah :

  1. Hukum I : Masa zat yang dibebaskan dalam suatu proses elektrolisis kimiawi berbanding lurus dengan jumlah listrik yang mengalir larutan elektrolit.
  2. Hukum II : Jumlah zat yang dibebaskan dalam proses elektrolisis berbanding lurus dengan berat ekuivalentnya.
Teori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam
Teori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam

Efisiensi plating dinyatakan sebagai efisiensi dari arus pada anoda atau katoda. Sedangkan efisiensi Katoda merupakan arus yang digunakan untuk mengendapkan logam pada sisi Katoda berbanding terbalik total arus.

Arus yang tidak terpakai pada proses pengendapan akan menguraikan air dan membentuk baik berupa hidrogen, panas atau endapan logam sebagai impuritas larutan. Arus dikatakan efisien jika tidak dipergunakan untuk mengelektrolisis air saat proses pengendapan logam atau pelapisan logam.

Peralatan Yang Diperlukan Dalam Proses Elektroplating

Dalam proses elektrolisis seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memerlukan sumber arus dan penyearah. Arus yang dipergunakan merupakan jenis arus searah atau DC.

Untuk dapat menghasilakan arus searah yang mampu mengendapkan logam pada kecepatan yang tepat, maka diperluan sebuah trafo dan sebuah penyearah baik berbentuk thyristor maupun sebuah dioda.

Penggunaan sebuah rectifier sangat bervariasi menurut jenis larutan dan jenis pelapisan yang akan dilakukan. Akibatnya , spesifikasi yang diperlukan juga berbeda satu sama lain.

Saat ini, sudah terdapat perusahaan lokal yang mampu menghasilkan trafo rectifier yang cukup besar untuk keperluan elektroplating. Dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu, hal ini relatif sulit dilakukan dan cukup mahal untuk memesan dari luar negeri.

Dari yang kami pahami, produk lokal tersebut sudah mampu dijual dengan harga yang hampir mencapai setengah dari harga jual mesin buatan luar negeri. Dengan adanya teori prinsip kerja proses Elektroplating atau pelapisan logam ini, diharapkan akan menambah wawasan tentang teori dasar dan pengertian elektroplating tersebut.

Author: Wikikomponen

1 thought on “Teori Prinsip Kerja Proses Elektroplating Atau Pelapisan Logam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *