Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay

Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay

WikiKomponen.com – Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay. Secara umum, relay terbagi atas 2 bagian utama yaitu relay mekanis dan relay solid state. Keduanya memiliki keunggulan dan kelebihan masing-masing. Berikut ini merupakan tinjauan ringkas tentang solid state relay atau SSR.

Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay
Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay

Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay

Pengertian Solid State Relay ( SSR )

Solid State Relays adalah sebuah komponen semikonduktor yang bekerja layaknya sebuah relay elektro mekanis dan untuk otomasi serta mampu mengendalikan beban listrik tanpa penggunaan komponen mekanis seperti halnya pada relay mekanis.

Perbedaan Solid State Relay ( SSR ) Dengan Relay ( Relay Mekanik )

Tidak seperti jenis relay mekanis yang menggunakan coil, medan magnet, serta pegas dan terminal kontak untuk mengalirkan listrik, SSR tidak lagi menggunakan komponen bergerak seperti itu. SSR telah menggunakan arus dan semikonduktor solid state untuk menangani input terhadap output serta memerankan fungsinya sebagai saklar.

Seperti halnya dengan relay mekanik, SSR memiliki fungsi pemisahan input output seperti halnya sebuah saklar dengan hambatan yang sangat tinggi pada kondisi open. Sedangkan saat terhubung, SSR mampu mengalirkan arus dengan arus yang sangat besar dengan hambatan yang sangat kecil.

Cara Memasang Solid State Relay ( SSR )

SSR dapat dipergunakan untuk mengalirkan arus AC maupun DC dengan memanfaatkan SCR dan triac ataupun transistor. Berikut ini beberpa saran cara memasang SSR

  • Sebuah SSR terdiri dari sepasang input pemicu dan sepasang output berupa terminal saklar penghubung. Agar SSR dapat berfungsi, sinyal berupa voltase tertentu harus dialirkan ke dalam terminal input tersebut. Jika terjadi input berupa voltase tertentu, maka output akan terhubung atau terputus tergantung jenis relay yang dipergunakan.
  • Seperti halnya relay pada umumnya, jenis SSR juga terdiri dari tipe NC ( Normally Close )dan NO ( Normally Open ).
  • Sebuah SSR akan bekerja pada suhu yang cukup panas. Agar tidak mengalami kerusakan, perhlu diperhatikan cara pemasangan yang tepat. Setiap SSR harus dipasang pada sebuah heatsink atau pedingin sebelum dipergunakan.
  • Pergunakan silicon grease untuk meningkatkan transfer panas dari SSR ke heatsink agar efek pendinginan lebih baik.

Kelebihan Solid State Relay

Kelebihan SSR atau Solid State Relay adalah pada ketahananya. Jika relay mekanis memiliki keterbatasan pada jumlah swith yang dapat ditangani. Dalam arti, gerakan switch yang terus menerus akan cepat membuat relay rusak, maka SSR tidak menghawatirkan hal tersebut.

SSR tidak memiliki siklus hidup karena dapat berfungsi hingga jutaan kali switch tanpa mengalami hal seperti longgarnya per dan sebagainya.

Hal ini karena tidak terdapat bagian bergerak dari relay jenis SSR ini yang memungkinkan bagian bergerak tersebut mmengalami kerusakan.

Selain itu, jenis SSR juga memiliki waktu respon yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan relay mekanis.

Kemampuan Open dan Close dengan arus yang nyaris 0 menyebabkan SSR tidak menimbulkan noise pada rangkaian.

Kekurangan Solid State Relay ( SSR )

Solid state untuk ukuran amperĀ  yang besar masih relative mahal dibandkingkan denggan relay mekanis. Disamping itu, SSR juga memerlukan heatsink yang cukup besar untuk mendinginkan komponen tersebut.

Cara pengetesan Solid State Relay

Solid state dapat dengan mudah ditest menggunakan tester biasa. Caranya adalah dengan mengalirkan voltase DC sebesar 3 volt hingga 32 volt DC ke daslam pin 3 dan 4 pada jenis SSR seperti gambar.

  • Ukur hubungan antara pin 1 dan pinn 2.
  • Jika SSR adalah jenis NO, maka setelah dialiri listrik, maka saklar akan terhubung. Sebaliknya jika adalah jenis NC, maka pin 1 dan 2 akan terputus.
  • Pengetesan dapat juga menggunakan listrik AC. Hubungkan salah satu kabel listrik ke pin 1, dan pin 2 ke peralatan. Sedangkan konduktor lain langsung terhubung ke peralatan dari sumber listrik. Kemudian alirkan arus DC sebesar 3VDC hingga 32 VDC ke dalam pin 4 dan 3.
  • Jika jenis relay adalah NC, maka saat arus DC masuk, maka peralatan atau lampu harus menyala untuk menunjukkan bahwa SSR masih berfungsi.

Skema Pemasangan Relay Solid State

Teori Dasar Dan Pengertian Komponen Solid State Relay - Skema Pemasangan Relay Solid State

Kegunaan Dan Aplikasi Relay Solid State ( SSR )

Solid State Relay banyak dipergunakan untuk otomasi peralatan perindustrian. Peralatan yang canggih tidak akan berfungsi tanpa sebuah relay yang bisa diandalkan.

SSR mampu menggantikan kerja relay mekanis karena mampu terus menerus dipergunakan tanpa terjadi penurunan fungsi selama pemakaian hingga jutaan kali switching.

Baca juga tentang

Author: Wikikomponen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.