Skema Cara Memasang Kontaktor Schneider LC1D32 LC1D25

WikiKomponen.com – Skema Cara Memasang Kontaktor Schneider LC1D32 LC1D25 berikut penjelasan fungsi indikator berikut ini akan mempermudah pengguna memahami arti dan cara kerja sebuah kontaktor secara sederhana.

Skema Cara Memasang Kontaktor Schneider LC1D32 LC1D25

Skema Cara Memasang Kontaktor Schneider LC1D32 LC1D25

Mengenal Bagian-bagian Kontaktor Schneider LC1D32 LC1D25

Kedua tipe kontaktor ini banyak dipergunakan pada sistem 3 phase baik untuk panel maupun untuk otomasi mesin. Perbedaan utamanya terletak pada bagian ampernya saja. Namun dari segi konstruksi, kedua kontaktor tersebut sama.

Ads Metta3

Pada kontaktor ini terdapat  beberapa bagian yang perlu dipahami agar penggunaan kontaktor tersebut dapat maksimal. Sebelum masuk ke cara kerja dan fungsi, ada baiknya kita perhatikan terlebih dahulu bagian-bagian indikator pada kontaktor tersebut.

Terminal-terminal yang tersedia antara lain :

  • Terminal A1 dan A2
  • Sepasang NC ( Pin 21 dan 22 )
  • Sepasang NO ( Pin 13 dan 14 )
  • 3 Pasang NO utama ( pin 1 sd 6 )

NO = Normally Open atau terbuka saat tidak ada arus di Coil.

NC = Normally Close atau tertutup saat tidak ada arus di Coil.

Fungsi Utama Bagian Kontaktor

Fungsi Terminal A1 Dan A2 Kontaktor LC1D25 LC1D32

Pasangan terminal tersebut merupakan pasangan coil penggerak yang berperan dalam menggerakan relay kontaktor tersebut. Coil ini merupakan magnet utama yang bekerja saat dialiri listrik. Tanpa dialirkan listrik ke terminal tersebut, maka kontaktor tersebut tidak akan bekerja.

Saat listrik mengalir ke dalam coil tersebut, maka pasangan terminal atau pin 1 sd 6 akan terhubung. Demikian juga dengan pin 13 dan 14. Tetapi sebaliknya pin 21 dan 22 justru akan terbuka. Sedangkan saat arus dimatikan di coil A1 dan A2, maka akan terjadi sebaliknya. 3 pasang NO akan terbuka atau memutuskan arus. Demikian juga dengan sepasang NO di pin 13 dan 14.

A1 dan A2 bekerja menggunakan arus dengan voltase 220 Volt. Cari tipe lain bila ingin menggunakan arus DC sebagai pemicu. Tipe ini hanya bekerja dapa arus AC.

Ketiga pasangan tersebut masing-masing mampu menyalurkan arus sebesar 25A pada tipe LC1D25. Namun tidak berarti anda dapat menyalurkan listrik hingga 75A dengan cara memasang secara paralel pada sebuah kontaktor. Kegagalan pada salah satu terminal akan menyebabkan lonjakan arus listrik pada kedua terminal lainnya. Akibatnya bisa fatal.

Namun demikian tidak ada salahnya jika anda menggunakan cara paralel untuk mengakomodasi beban di atas 25A menggunakan ketiga pasangan tersebut secara konservatif. Saya sendiri sering menggunakan arus hingga 30A dengan cara paralel menggunakan 3 pasang sekaligus. Dan selama ini aman-aman saja.

No Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *