Pengertian Voltase Primer dan Voltase Sekunder trafo

Pengertian Voltase Primer dan Voltase Sekunder trafo

WikiKomponen – Pengertian voltase primer dan voltase sekunder trafo dapat dilihat dari besarnya voltase masuk atau input trafo dengan voltase output trafo. Saat arus listrik masuk, maka bagian trafo tersebut disebut primer. Sedangkan bagian trafo yang menghasilkan arus disebut bagian sekunder.

Pengertian Voltase Primer dan Voltase Sekunder trafo

Voltase Primer Trafo

Voltase primer adalah voltase yang dialirkan ke bagian gulungan primer dari sebuah trafo. Energi yang diaplikasikan ke bagian primer haruslah merupakan jenis arus AC, sehingga mampu menghasilkan medan magnetic pada bagian sekunder gulungan trafo.

Sebuah trafo minimal memiliki 2 buah gulungan yang dililit melingkari sebuah inti ferrite.

Terdapat tujuan utama dasri penggunaan trafo yakni mengubah energi listrik sisi primer menjadi arus listrik di sisi sekunder dengan voltase berbeda.

Tujuan tersebut dapat tercapai dengan cara menerapkan jumlah perbandingan gulungan antara gulungan primer dan jumlah gulungan sekunder. Rasio voltase sebanding dengan jumlah gulungan trafo.

Tujuan kedua adalah sebagai pengaman dengan cara memisahkan gulungan primer dan sekunder, sehingga akan terisolasi dari sumber arus secra langsung.

Jika jumlah primer lebih sedikit dari sekunder, maka trafo tersebut disebut dengan trafo stepup. Sebaliknya jika sekunder lebih sedikit jumlah lilitannya dibandingkan dengan jumlah lilitan sekunder, maka trafo tersebut disebut dengan trafo stepdown.

Voltase Sekunder Trafo

Tegangan sekunder adalah kumparan gulungan yang memasok tegangan output. Tegangan keluaran trafo bervariasi beberapa dengan berbagai resistensi beban, bahkan dengan input tegangan konstan. Tingkat perbedaan dipengaruhi oleh induktansi belitan primer dan sekunder, di antara faktor-faktor lain, tidak sedikit di antaranya termasuk resistensi belitan dan tingkat induktansi timbal balik (magnetic coupling) antara belitan primer dan sekunder.

Untuk aplikasi trafo daya, dimana trafo dilihat oleh beban sebagai sumber tegangan konstan, ada baiknya untuk memiliki tegangan sekunder berbeda sesedikit mungkin terhadap arus beban( Drop sekecil mungkin). Ukuran seberapa baik trafo daya mempertahankan tegangan sekunder konstan pada rentang arus beban disebut regulasi tegangan trafo.

Perhitungan ini dapat menggunakan faktor beban penuh maksimum atau titik di mana trafo beroperasi pada arus sekunder maksimum yang diizinkan.

Titik maksimum ini akan ditentukan terutama oleh ukuran kawat lilitan dan metode pendinginan trafo. Salah satu alasan utama untuk mengubah tegangan sekunder adalah untuk kompensasi ketika tegangan saluran masuk berubah. Dengan menggunakan peralatan otomatis, tegangan sekunder yang melayani beban pada dasarnya akan tetap konstan, atau diatur jika tegangan input berfluktuasituasi.

Untuk menghindari kondisi perubahan tegangan terus-menerus, batas toleransi tegangan harus mampu dipertahankan. Biasanya dari setengah volt hingga beberapa volt. Sebuah trafo adalah perangkat listrik dengan dua atau lebih kumparan yang dihubungkan bersama oleh fluks magnet.

Jika tegangan dialirkan ke lilitan pertama, fluks magnet akan terbenntuk. Jika besarnya fluks yang alirkan berubah, maka fluks yang dihasilkan juga akan berubah. Perubahan fluks ini akan mempengaruhi kumparan primer dan sekunder dan menginduksi tegangan melintasi gulungan sekunder. Konsep menginduksi tegangan pada kumparan sekunder menggunakan perubahan tegangan pada kumparan primer disebut induktansi timbal balik atau hubungan fluks.

Author: wikikomponen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *