Pengaman Trafo dengan Thermostat KSD01F

Rangkaian Cara Pemasangan Thermostat KSD-01F

WikiKomponen –  Salah satu cara memproteksi trafo atau peralatan lain dari kerusakan adalah pengaman trafo dengan thermostat KSD01F. Cara ini selain sederhana, juga tidak perlu memiliki keahlihan dalam merancang jenis proteksi rumit dengan berbagai logik. 

Cara ini hanya untuk pemula, namun dijamin sangan ampuh agar anda tidak merogoh kocek terlalu dalam akibat trafo yang dipasang tanpa proteksi. 

Memilih Tipe Thermostat KSD01F untuk Proteksi 

Thermostat KSD-01F atau KSD01F merupakan jenis thermostat yang bekerja dengan parameter suhu sebagai pengeraknya. 

Ads Metta3

Untuk Thermostat KSD-01F sendiri terdiri dari 2 jenis yakni jenis :

  • NC ( Normally Close )
  • NO ( Normally Open )

Thermostat NC ( Normally Close ) 

Tipe NC merupakan jenis thermistor yang apabila diukur pada suhu ruang akan terukur tersambung. Jadi bila kita mengukur dengan menggunakan Multitester, maka jarum tester harus bergerak penuh. 

Jenis Thermostat Normally Close atau NC seperti juga NO memiliki parameter berupa suhu, besar arus, dan voltase kerja pada setiap komponennnya. 

Bila suhu sebuah trafo mencapai suhu yang tercantum dalam thermostat NC, maka arus  akan terputus dan tidak bisa melalui Thermostat. Akibatnya seluruh aliran listrik ke dalam trafo akan di putus. 

Misalkan sebuah trafo yang memiliki rating ketahanan  temperatur maksimum 100C, jika di pasang pengaman thermistor dengan nilai 80C, maka saat suhu trafo mencapai 80C, arus supply ke trafo akan terputus, sehingga trafo aman dari kebakaran atau hangus. 

Jika suhu trafo sudah kembali turun hingga di bawah suhu 80C, maka thermostat akan kembali terhubung dan arus kembali mengalir. Cukup sederhana dan tidak perlu berbelit-belit komponen ini tidak perlu pendukung lain dan hanya 1 komponen saja. 

Thermostat NO ( Normally Open ) 

Kebalikan dari thermostat NC, thermostat NC memiliki sifat yang terbalik dengannya. Jenis ini bila diukur pada suhu normal atau suhu ruang, maka komponen akan terukur putus atau open. 

Jadi bukan berarti komponen tersebut rusak yah, tetapii justru komponen tersebut belum bekerja bila belum diberikan suhu yang cukup agar berfungsi. 

Dengan marking 80C, maka saat trafo mencapai 80C, maka justru arus akan mengalir melalui komponen tersebut. 

Komponen tersebut biasanya dipergunakan pada komponen kipas untuk menghidupkan kipas bila trafo mencapai suhu tertentu. 

Contoh: Sebuah trafo dipasang thermistor NO dengan suhu 65C. 
Jika suhu trafo terus naik mencapai suhu 65C, maka kipas akan menyala untuk mendinginkan trafo. 

Jika pendinginan dengan kipas berhasil, maka suhu trafo akan kembali turun atau dipertahankan pada suhu aman. 

Bila usaha mendinginkan trafo dengan kipas sudah mencapai titik jenuh dan trafo terus naik hingga 80C, maka gantian thermistor NC yang bekerja untuk mematikan sistem, sehingga trafo aman dari kebakar. 

Jadi dengan menggunakan 2 buah thermostat di atas, atau dikombinasikann, maka trafo akan menjadi super awet dengan sistem pendingin otomatis yang hemat listrik. 

Memilih Tipe Thermostat KSD-01F Melalui Kode Komponen

Terdapat 2 tipe paling umum thermostat terdiri dari seri d dan H. Kode H meerupakan jenis normally Open ( NO ), sedangkan tipe D merupakan jenis Normally Close (NC).

Perhatian ! “Pillihlah tipe sesuai dengan yang diinginkan dan tepat sasaran”. Salah memilih tidak hanya menyebabkan proteksi tidak bekerja, tetapi juga akan merusak peralatan terutama trafo dalam hal ini. 

Rangkaian Pengaman Trafo dengan Thermostat KSD01F

Perhatikan gambar! 

Pengaman Trafo dengan Thermostat KSD01F

Perhatikan untuk selalu memasang secara seri agar thermostat dapat bekerja. Thermostat pada dasarnya adalah sebuah saklar.

Pengaman Trafo dengan Thermostat KSD01F merupakan cara paling sederhana dengan komponen tunggal. Tentu saja bukan yang terbaik, namun cara ini paling mudah dan paling murah dengan kapasitas hingga 1A pada voltase 220V,

Baca juga artikel lain tentang : “Cara kerja thermostat, fungsi thermostat , serta berbagai hal berkaitan thermostat di artikel terpisah” .

Author: Wikikomponen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *