Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Komponen Varistor Variabel Dependent Resistor

WikiKomponen.com – Komponen Varistor Variabel Dependent Resistor yang lebih dikenal sebagai VDR memiliki nilai tahanan dalam yang berubah berdasarkan perubahan voltase.

Komponen Varistor Variabel Dependent Resistor - Varistor Genset

Mengenal Komponen Varistor Variabel Dependent Resistor

Pengertian Varistor Dependent Resistor ( Varistor )

Varistor merupakan kompenen elektronik yang memiliki nilai tahanan dalam yang beruba-rubah sesuai dengan besarnya voltase yang diaplikasikan pada komponen tersebut. Kenaikan voltase yang diaplikasikan ke komponen tersebut akan menyebabkan resistansi atau tahanan dalam komponen tersebut menurun, sebaliknya akan menyebabkan tahanan dalam komponen tersebut meningkat.

Komponen Varistor Variabel Dependent Resistor

Fungsi Varistor (Variable Dependent Resistor )

Komponen tersebut biasanya dipergunakan sebagai Surge Supressor atau penahan lonjakan listrik yang terjadi mendadak pada komponen yang sensitif atau peka terhadap lonjakan.

Cara Kerja Varistor Dependent Resistor (Varistor )

Umumnya komponen tersebut akan bekerja saat di awal mesin dihidupkan maupun saat mesin dimatikan pada sebuah peralatan atau kontrol elektronik.

Pada keadaan normal, sebuah varistor memiliki tahanan dalam yang sangat besar, sehingga saat dilakukan pengukuran menggunakan tester, maka komponen tersebut biasanya akan terukur open.

Namun, setelah dialirkan dengan aliran listrik dengan voltase tertentu, maka tahanan dalam varistor akan menurun drastis setelah voltase mencapai voltase breakdown.

Komponen tersebut biasanya dipergunakan pada peralatan yang mengalami lonjakan listrik mendadak, sehingga arus baru melewati komponen tersebut sesaat setelah lonjakan terjadi. Ketika terjadi lonjakan listrik mendadak, sebagian arus akan di bocorkan oleh komponen dengan cara mengalir melalui komponen tersebut, sehingga hanya sebagian arus yang akan dialirkan ke peralatan dan aman untuk dialirkan setelah mencapai level aman. Setelah voltase normal, komponen tersebut kembali menutup seperti sebuah katup agar tidak terjadi kebocoran.

Komponen tersebut mampu bekerja dengan kecepatan mencapai 1 hingga  1000 mikro second, sehingga sangat ampuh dalam rancangan pengaman otomatis. Walaupun demikian, bila voltase yang dialirkan terlalu besar, maka komponen tersebut berpotensi mengalami kerusakan.

Cara Mengukur Varistor

Cara mengukur Varistor seperti yang telah dijelaskan di atas adalah menggunakan multitester. Nilai tahanan varistor umumnya sangat besar, sehingga sebuah varistor umumnya kalau diukur akan terlihat sebagai sebuah komponen open atau tidak terhubung alias tidak ada tahanan.

Varistor baru akan terhubung setelah voltase yang diaplikasikan cukup besar. Sehingga jika anda mengukur sebuah varistor, dan varistor tersebut tidak terukur menyebabkan jarum tester bergerak, maka kemungkinan besar bahwa varistor tersebut masih berfungsi.

Jenis-Jenis Varistor

Terdapat beberapa jenis Varistor yang umum ditemukan dipasaran antara lain:

  • MOV ( Metal Oxide Varistor )
  • Silicon Carbit Varistor

MOV ( Metal Oxide Varistor )

MOV merupakan memiliki variabel yang non linear. Nilai tahanan berubah secara non linear terhadap perubahan voltase. Bahan pembuatnya merupakan Zinc Oxide

Silicon Carbit Varistor

Jenis ini banyak dipergunakan pada peralatan dengan voltase tinggi dan daya besar. Namun, jenis varistor ini mengkonsumsi daya idle yang cukup besar, sehingga biasanya dalam pemasangan dilakukan rekayasa berupa gap.

Simbol Varistor

Varistor dapat dikenali dalam sebuah rangkaian dengan mencari simbol berikut ini.

Komponen Varistor Variabel Dependent Resistor - Simbol Varistor

Aplikasi Kegunaan Varistor Pada Peralatan Elektronik Dan Listrik

Varistor banyak ditemukan pada circuit switching, exiter generator, pembangkit listrik kecil, dan rangkaian peralatan industri terutama untuk proteksi dan keamanan peralatan.

Perbedaan Varistor Dan Thermistor

Karena bentuknya yang mirip, banyak orang yang tidak bisa membedakan antara varistor dan PTC atau NTC. Varistor bekerja berdasarkan voltase breakdown, sedangkan PTC dan NTC bekerja berdasarkan Suhu.

Pelajari juga lebih lanjut tentang cara membaca dan mengukur nilai Varistor pada artikel lainnya.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *