Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jenis Stavolt Atau Stabiliser Listrik Dan Cara Kerjanya

WikiKomponen.com Jenis Stavolt Atau Stabiliser Listrik Dan Cara Kerjanya. Dari fungsi dan cara kerjanya, stavolt atau AVR dapat dibagi 2 macam yaitu jenis relay dan motor. Perbedaannya terletak pada cara stabiliser tersebut menstabilkan voltase listrik yang naik turun di suatu tempat.

Jenis Stavolt Atau Stabiliser Listrik Dan Cara Kerjanya

Jenis Stavolt Atau Stabiliser Listrik Dan Cara Kerjanya

Jenis Stavolt Atau Stabiliser Listrik Dan Cara Kerjanya

Stavolt secara umum dibagi menjadi 2 macam yaitu yang menggunakan relay dan menggunakan motor. Kedua tipe ini memiliki perbedaan bila dilihat dari cara kerjanya.

Ads Metta3

Fungsi Stabiliser

Stabiliser berfungsi untuk menaikan dan menurunkan tegangan agar voltase listrik menjadi stabil pada jaringan yang sering mengalami fluktuasi. Namun, ternyata fungsi stabiliser pada kedua jenis stabiliser ini memiliki sedikit perbedaan. Stabiliser relay lebih banyak dipergunakan untuk tujuan menaikan tegangan listrik dan mengembalikan listrik ke voltase yang lebih rendah atau lebih tinggi dengan tingkat tertentu. Misalnya naik 20 volt atau turun 20 volt dari kondisi normal.

Sedangkan pada jenis motor lebih bersifat menstabilkan listrik pada voltase yang telah ditentukan yaitu pada posisi 220 volt atau 230 volt tanpa peduli berapapun voltase yang sedang berada di jaringan.

Cara Kerja Stabiliser Jenis Relay

Jenis ini bekerja dengan menggunakan sebuah atau beberapa relay yang bekerja disaat listrik mengalami fluktuasi baik naik maupun turun. Disaat voltase listrik mengalami penurunan, arus yang berada pada rangkaian pengendali akan mengalirkan listrik ke relay dan menggerakan relay.

Dengan terhubungnya relay, maka arus yang mengalir pada bagian primer trafo akan dialihkan ke tap trafo lain yang menyebabkan arus pada bagian output naik hingga beberapa volt. Besarnya peningkatan voltase tergantung pada rancangan pada pabrik yang memproduksinya.

Sedangkan disaat listrik kembali normal, maka voltase yang bekerja pada relay akan menurun, sehingga tidak mampu lagi menggerakan relay dan kembali ke posisi netral yang menyebabkan trafo kembali terhubung ke voltase normal tanpa mengalami step up.

Cara inilah yang dipergunakan pada beberapa jenis stabiliser yang memiliki beberapa relay sekaligus. Tujuannya selain melakukan regulasi terhadap penurunan voltase jaringan, stabiliser juga mampu melakukan pembatasan kenaikan voltase pada jaringan, sehingga voltase pada jaringan tidak merusak peralatan.

Cara Kerja Stabiliser Jenis Motor

Jenis stabiliser ini memiliki sebuah motor yang pasang dengan sebuah carbon brass yang menghubungkan sebuah kabel input dengan input pada trafo. Input trafo dibentuk mengelilingi core. Sedangkan output dihubungkan pada titik 0 dan ujung 220 volt.Cara Kerja Stabiliser Jenis Motor

Saat listrik mengalami penurunan voltase, motor akan berputar, sehingga titik 0 bukan lagi titik input, tetapi bergeser beberapa lilitan ke depan, sehingga trafo berubah menjadi trafo stepup.

Sebaliknya saat listrik mengalami kenaikan, maka motor akan berputar ke arah sebaliknya hingga mencapai posisi di bawah titik 0. Akibatnya trafo berubah menjadi trafo step down.

Jenis stavolt atau stabiliser listrik dan cara kerjanya tersebutlah yang membedakan kedua jenis stabiliser ini. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan untuk kedua jenis stabiliser ini. Baca juga artikel terkai.

No Responses

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *