Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Jenis Dan Fungsi Trafo Step Up Step Down

WikiKomponen.com – Jenis Dan Fungsi Trafo Step Up Step Down. Kali ini kita akan bahas tentang auto trafo, isolasi, ciri-ciri step up transformer maupun step down dan cara membedakannya.

Jenis Dan Fungsi Trafo Step Up Step Down

Jenis Trafo Step Up Dan Step Down Menurut Konstruksi Trafo

Secara umum, kedua trafo tersebut dapat dibedakan menjadi jenis trafo auto dan trafo isolasi. Kedua jenis trafo ini memiliki konstruksi yang berbeda dalam menaikan tegangan maupun menurunkan tegangan.

Trafo Step Up Dan Step Down Jenis Auto

Jenis trafo ini memiliki 1 gulungan yang terhubung antara input dan output. Konstruksi demikian memiliki kelebihan dari segi penggunaan material kawat. Dengan daya yang sama, trafo ini mampu diproduksi dengan harga yang lebih murah.

Ads Metta3

Trafo Step Up Dan Step Down Jenis Isolasi

Jenis ini memiliki 2 buah spool atau kumparan yang saling menimpa atau bertumpuk. Jika dilakukan pengukuran, maka kedua kumparan tersebut secara fisik tidak berhubungan, sehingga disebut dengan isolasi atau terisolasi satu sama lain.

Jenis ini memiliki konstruksi yang lebih aman karena dapat diputuskan arusnya di bagian output hanya dengan cara memutus salah satu terminal sumber listrik.

Ciri-ciri Trafo Step Up Dan Trafo Step Down

Ciri-ciri sebuah transformator step up atau down dapat diketahui dari label voltase. Baik jenis auto atau jenis isolasi dapat diketahui dengan mudah melalui tulisan spesifikasi di label. Jika sebuah trafo memiliki input 380v ke 220v, atau 220v ke 110, atau voltase input lebih tinggi dari voltase output, maka  jenis ini dapat disebut dengan trafo step down.

Sebaliknya jika sebuah trafo memiliki voltase kecil ke besar, maka dapat dipastikan trafo tersebut merupakan trafo step up.

Jenis Dan Fungsi Trafo Step Up Step Down

Fungsi Trafo Step Up Dan Step Down

Tujuan pembuatan trafo jenis step up maupun step down pada dasarnya adalah untuk menemukan voltase yang sesuai dengan voltase dari sebuah peralatan.

Sedangkan pemilihan jenis konstruksinya tertuju pada harga dan fitur keamanan yang akan dipasang pada panel atau rangkaian.

Pada umunya masyarakat menganggap kedua jenis trafo stepup dan down dapat bekerja dalam 2 arah. Padahal sejak awal rancangan, trafo tersebut telah dirancang untuk bekerja satu arah dengan pertimbangan efisiensi.

Trafo yang baik selalu dirancang dengan kapasitas input lebih besar dari output. Jika dibalik, maka akan terjadi kondisi dimana output akan lebih besar dari input. Hal ini menyebabkan trafo tersebut sulit untuk bertahan dalam waktu yang lama.

No Responses

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *