Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Mengukur Kerusakan Relay Dengan Multimeter Atau Tester

WikiKomponen.comCara Mengukur Kerusakan Relay dengan Multimeter Atau Tester. Pada artikel ini kita akan menguji kondisi Relay apakah rusak atau masih dalam kondisi bagus menggunakan Multimeter. Relay merupakan komponen yang memadukan prinsip kerja elektro magnetik dengan mekanik. Komponen tersebut dari sebuah lilitan dan dua buah kutup kontak yang berfungsi sebagai saklar.

Cara Mengukur Kerusakan Relay dengan Multimeter

Relay biasanya ditandai dengan kondisi NO yang artinya normally open serta NC yang artinya Normally Close.  Ini berarti saat lilitan tidak dialiri arus, kontak berada pada posisi terbuka atau tidak tersambung. Sedangkan pada kutup NC berarti kutup ini selalu terhubung jika tidak ada arus yang mengalir dalam lilitan.

Cara Mengukur Kerusakan Relay Dengan Multimeter Atau Tester

Cara Mengukur Kerusakan Relay Dengan Multimeter Atau Tester

Ads Metta3

Sebuah multitester cukup untuk mengukur dan menguji kondisi relay yang akan kita uji. Caranya adalah sebagai berikut :

  • Tempatkan tester pada posisi untuk mengukur tahanan 1 x atau 10x.
  • Ukurlah hubungan antara kutup NC tersebut dengan menempelkan prob pada ke dua kaki berbeda.
  • Jika jarum bergerak, artinya kutup tersebut dalam keadaan baik.
  • Ukur kembali hubungan antara kutub NO. Kutup tersebut haru menunjukan kondisi sebaliknya. Jika demikian, maka dapat disimpulkan relay dalam keadaan baik.
  • Berikutnya adalah menghubungkan sumber arus sesuai dengan arus kerja Relay. Jika 12 Volt, maka aliri lilitan tersebut dengan 12 Volt.
  • Pada kondisi normal, relay tersebut akan berubah menjadi terbuka pada kutub NC. Jika ya, berarti relay tersebut masih bekerja. Demikian juga sebaliknya pada kutup NO

Pastikan semua persyaratan di atas terpenuhi untuk yakin bahwa relay tersebut masih berfungsi dan bekerja dengan baik. Satu saja persyaratan di atas tidak dipenuhi, maka dapat dipastikan relay tersebut tidak sempurna. Sebaiknya ganti dengan yang baru jika salah satu hasil test di atas tidak normal.

Saat pengetesan menggunakan arus, selalu pastikan jenis arus AC atau DC, serta pastikan voltasenya agar tidak merusak relay. Kesalahan aplikasi voltase malah berpotensi merusak lilitan relay. Cara mengukur kerusakan relay dengan multimeter ini juga dapat digunakan pada relay yang kutupnya banyak. Caranya sama saja. Selamat mencoba.

Baca Juga Artikel :

No Responses

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *