Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Kerja Generator AC

Wikikomponen.com – Bagian ini khusus membahas cara kerja generator AC atau genset dalam menghasilkan listrik. Pada dasarnya terdapat 2 macam generator yaitu jenis DC dan jenis AC.

Cara Kerja Generator AC

Saat sebuah alternator generator diputar pada sumbunya, maka alternator tersebut akan menghasilkan listrik sebanding dengan kecepatan putaran. Semakin cepat putaran yang terjadi, maka semakin besar pula arus atau voltase yang dihasilkan. Cara Kerja Generator AC

Sebagai pengerak alternator dapat dilakukan oleh beberapa sumber penggerak. Salah satu penggerak yang paling populer untuk generator ukuran kecil hingga sedang adalah jenis pengerak solar atau bensin.

Beberapa genset besar dapat juga digerakan dengan menggunakan gerakan arus air, angin atau kincir, uap air atau turbin uap serta yang terkini adalah generator arus laut.

Walaupun dapat dibedakan menjadi banyak jenis penggerak, generator secara umum dapat dibedakan atas 2 macam garis besar yaitu AC dan DC. Namun, kedua jenis generator tersebut memiliki beberapa perbedaan dalam hal konstruksinya.

Perbedaan Generator AC Dan DC

Pada generator jenis AC, terdapat 2 buah cincin yang akan berhubungan dengan kedua ujung kumparan.

Menurut hukum Faraday, apabila terdapat kumparan yang bergerak diantara kedua kutup magnet, maka akan menimbulkan medan elektromagen. Jika kumparan yang berada dalam medan elektromagnetik merupakan kumparan yang berhubunga, maka akan menyebabkan listrik mengalir .

Terdapat 2 komponen utama pada alternator generator AC yaitu stator dan rotor. Stator pada generator jenis AC ini berperan sebagai tempat dililitkanya kawat tembaga. Stastor ini terbuat dari bahan silikon steel yang bertugas meminimalkan arus Eddy current.

Sedangkan pada jenis generator DC tidak terdapat 2 buah cincin seperti halnya dengan generator AC. Cincin pada jenis DC disebut dengan komutator.

Tujuan Penempatan Lilitan Armatur Pada Stator

Terdapat 2 alasan utama penempatan lilitan armatur di stator yaitu :

  1. Saat listrik mencapai voltase tinggi, lebih mudah mengisolasi armator pada stator karena kondisi tidak bergerak.
  2. Listrik dengan voltase tinggi dapat langsung dialirkan dari armatur tanpa harus menggunakan carbon brush. Voltase tinggi akan menyebabkan percikan api bila menggunakan carbon brush.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *