Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Kerja dan Fungsi Trafo Matching OT

WikiKomponen – Jika sebelumnya kita telah mengetahui cara pemasangan dari trafo output dalam sistem Toa, maka kali ini kita akan melihat cara kerja dan fungsi trafo matching OT dibalik proses pemasangannya dan mengapa diperlukan trafo tersebut dalam sistem.

Cara Kerja dan Fungsi Trafo Matching OT . Gambar tersebut merupakan skema output dan input trafo OT. Bagian kiri merupakan sisi impedansi tinggi, sedangkan bagian kanan merupakan sisi impedansi rendah.

Fungsi Trafo Matching OT

Fungsi utama dari trafo matching OT adalah untuk menyesuaikan perbedaan impedansi antara speaker yang terhubung dengan amplifier yang dipergunakan.

Dengan penyesuaian yang tepat, sistem akan mampu menghasilkan suara secara maksimal dan mampu menjaga keamanan amplifier maupun speaker yang dipergunakan.

Selain itu, tentunya keseimbangan setiap speaker juga dapat diatur menggunakan metoda pemasangan matching. Hal ini banyak diterapkan pada rumah walet dan ruang sekolah di Indonesia.

Cara Kerja Trafo Matching ( Output Transfomer )

Cara kerja dari sebuah trafo matching adalah menaikkan atau menurunkan ( Stepup atau Stepdown ) impedansi seperti halnya dengan trafo yang menaikan voltase atau menurunkan voltase.

Perbedaannya adalah trafo jenis ini menggunakan panjang lilitan kawat untuk menentukan tahanan dalam sebuah lilitan, sehingga mampu menyamakan impedansi antara amplifier dan speaker. Lihat pembahasan berikut ini:

Sisi Trafo Matching OT 70V dan 100V

Jika anda memperhatikan trafo matching OT ( Output Transformer ) dengan watt besar biasanya terdapat opsi koneksi 100V atau 70V. Ini merupakan referensi untuk sistem dengan voltase konstan yang dirancang untuk dengan pertimbangan biaya yang lebih murah dalam pemasangan banyak speaker.

Untuk menghasilkan level suara yang memadai untuk jumlah speaker yang banyak seharusnya voltase output berkisar 70V hingga 100V. Namun sistem dengan voltase tinggi seperti itu dipastikan akan lebih mahal.

Penggunaan matching dengan voltase 100V pada amplifier biasa mampu menaikan voltase keluaran amplifier dari kisaran 32V dan 47V hingga mencapai 100V.

Sebagai hasilnya, sistem tata suara ini akan mampu untuk menghasilkan suara secara stabil ke sejumlah speaker yang telah disusun secara kombinasi seri dan paralel. Baca kembali bagian cara pemasangan trafo OT

Sisi Trafo Matching OT 4 ohm, 8 Ohm, dan 16 Ohm

Sebaliknya, pada sisi impedansi rendah trafo matching, sejumlah speaker dengan impedansi rendah dapat dipasang pada sistem dengan amplifier keluaran 100V.

Dengan memasangkan sebuah matching pada setiap speaker, maka jumlah speaker yang dapat dipasangkan pada amplifier jenis 100V atau 70V nyaris tidak terbatas. ( Terbatas oleh besarnya daya ).

Cukup pemasangan secara paralel menggunakan sebuah jalur output, maka seluruh speaker akan mampu dihidupkan. Sungguh sebuah penghematan kabel dan biaya pembelian speaker mahal dengan biaya tinggi.

Keunggulan Sistem Menggunakan Matching

Saat menggunakan amplifier dengan voltase sekitar 30v, jarak yang jauh antara speaker dan amplifier akan menyebabkan suara mengecil seiring dengan panjang kabel.

Karena voltase yang rendah, maka biasanya hanya beberapa puluh meter saja, suara sudah menghilang.

Tujuan lain memasang matching OT adalah agar voltase yang bekerja mencapai 70V atau 100V,, sehingga panjang kabel yang mencapai ratusan hingga ribuan meter masih dapat menerima sinyal suara dari amplifier.

Sedangkan bagian akhir dipasang matching low impedansi setiap speaker . Tujuanya agar penggunaan daya dapat merata dari speaker terdekat hingga speaker terjauh. Penggunaan rangkaian pengatur volume memungkinkan jika dikehendaki.

Demikian bahasan singkat Cara Kerja dan Fungsi Trafo Matching OT. Semoga bermanfaat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *